Ketika kalian menemukan tulisan ini. dan saya sudah tidak ada. Tolong cari buku kecil saya warnah hitam kecil. di halaman terakhir ada Nama, alamat dan nomor HP (ditulis berwarnah merah), dan ada catatan kecil di dalam tas kecil dengan Tulisan LPDP
Tidak ada pohon yang tumbuh tanpa terluka
Tolong kasi ke ornag tua saya atau orang terdekat saya yang kalian kenal. (Ibe, Ilham atau Wahyu)
"Pada akhirnya kita harus sepakat di koridor kekuasaan: prestasi hanyalah tumpukan debu yang gampang diterbitkan oleh waktu." KK Ibrah Kita sepakat tentang itu. Bahwa di lorong kekuasaan, prestasi adalah barang mudah usang. Tapi bagi kami yang menyaksikan langsung hidup Kiyai Prof. Hannani, mantan Rektor IAIN Parepare yang baru saja diganti, ada debu yang tak pernah mati. Ada prestasi yang tak bisa diterbitkan oleh waktu maupun kursi. Beliau adalah sosok yang tidak pernah mengenal lelah mengurus umat. Ketika di IAIN Parepare, pulangnya kebanyakan larut malam. Di hari libur pun, beliau sering ke kantor. Semua dilakukan demi satu hal: kemajuan IAIN Parepare. Bukan untuk pujian. Bukan untuk laporan. Tapi karena baginya, mengurus kampus adalah mengurus umat, dan mengurus umat adalah ibadah yang tak mengenal waktu. Di ruang kerjanya, beliau dikenal sangat mendorong karir para dosen. Tak jarang dosen datang berkonsultasi soal kenaikan pangkat hingga guru besar. Dengan santai dan l...
Comments
Post a Comment