Musafir
Malam ini, kembali saya diingatkan tentang makna bersyukur yang sesungguhnya. Bukan sekadar ucapan, melainkan peristiwa yang menyentuh relung hati paling dalam. Setelah seharian menjalani aktivitas yang cukup padat bersama Pak Rektor, tubuh ini terasa lelah. Saya pun kembali ke masjid tempat di mana saya tinggal. Sesampainya di masjid, saya menemukan seorang musafir. Beliau duduk sendirian dengan wajah yang tampak lelah namun tetap tegar. Teman-teman yang ada di sekitar mulai bertanya dengan ramah, dari mana pak?" Jawabannya membuat saya tertegun. "Saya berasal dari Makassar... jalan kaki sampai ke Parepare." Jalan kaki. Makassar ke Parepare. Jarak yang bahkan dengan kendaraan pun memakan waktu berjam-jam. Untuk apa ke Parepare?" Lagi-lagi jawabannya sederhana namun menusuk kalbu: "Saya mencari pekerjaan." Seketika hati saya berbisik, "Luar biasa... perjuangannya untuk mencari pekerjaan. Demi menyambung hidup, beliau rela menempuh ratusan kilometer d...