Ada dua jenis kebaikan di dunia ini. Pertama, kebaikan yang diam. Ia tidak berbuat jahat, tidak merugikan, dan tidak melanggar. Ia hadir seperti pohon di pinggir jalan yang tidak menabrak siapa pun, tetapi juga tidak pernah bertanya apakah ada yang haus akan buahnya. Inilah yang disebut "baik" dalam arti sempit, sebuah status moral yang pasif, cukup untuk tidak masuk neraka tetapi tidak cukup untuk mengubah keadaan. Kebaikan kedua adalah kebaikan yang bergerak. Ia tidak puas dengan niat baik yang mengendap di hati. Ia keluar dari zona nyaman, masuk ke dalam relung kebutuhan orang lain, dan bertransformasi menjadi sesuatu yang terasa, terukur, dan terlihat dampaknya. Inilah yang disebut "bermanfaat". Perbedaan keduanya bukanlah soal niat, karena niat baik sama-sama ada. Perbedaannya adalah eksekusi. Kebaikan adalah bunga yang mekar di taman hati, sedangkan manfaat adalah tangan yang memetik bunga itu dan memberikannya kepada yang sedang bersedih. Seringkali kita terj...
Saya masih ingat betul saat pertama kali melihat Muhammad Ramdana dan Meilani Magfirah duduk di ruang kuliah semester dua. Wajah mereka masih penuh dengan rasa ingin tahu, masih canggung dengan dunia akademik yang baru saja mereka mulai. Tapi di balik itu semua, ada sesuatu yang saya tangkap semacam api kecil yang jika diasah akan menyala. Berawal dari diskusi sederhana di kelas, saya sebagai dosen pengampu hanya ingin mereka tidak sekadar memahami teori. Saya ingin mereka merasakan bagaimana rasanya menghasilkan sesuatu. Saya ingin mereka tahu bahwa gagasan-gagasan yang muncul di ruang kelas itu berharga. Maka saya arahkan mereka untuk mengembangkan ide-ide itu menjadi karya nyata, sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis OBE. Tiga tim terbentuk. Tiga tim berani mengambil langkah. Mereka mengirimkan karya ke BRINATHON IRIFAIR 2026 yang diselenggarakan oleh BRIN. Saya tidak pernah memasang target tinggi. Saya hanya berharap mereka berani submit. Karena bagi saya, keberanian untu...