Malaysia
Kemarin saya kembali melihat sebuah ironi dalam kehidupan keluarga. Seorang ibu yang cukup saya kenal memutuskan berangkat ke Malaysia menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Beliau meninggalkan tiga orang anak: anak pertama perempuan yang sudah menikah, anak kedua yang baru duduk di kelas satu SMA, dan anak terakhir seorang anak laki-laki kecil yang baru masuk kelas satu SD. Awalnya saya menganggap keberangkatan beliau sebagai sesuatu yang biasa saja, sebagaimana cerita banyak orang yang pergi merantau demi mencari nafkah dan memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Tidak ada yang tampak berbeda dari wajahnya. Beliau tetap tersenyum, berbicara seperti biasa, dan terlihat tegar seperti seorang ibu pada umumnya.
Comments
Post a Comment