Saya masih ingat betul saat pertama kali melihat Muhammad Ramdana dan Meilani Magfirah duduk di ruang kuliah semester dua. Wajah mereka masih penuh dengan rasa ingin tahu, masih canggung dengan dunia akademik yang baru saja mereka mulai. Tapi di balik itu semua, ada sesuatu yang saya tangkap semacam api kecil yang jika diasah akan menyala. Berawal dari diskusi sederhana di kelas, saya sebagai dosen pengampu hanya ingin mereka tidak sekadar memahami teori. Saya ingin mereka merasakan bagaimana rasanya menghasilkan sesuatu. Saya ingin mereka tahu bahwa gagasan-gagasan yang muncul di ruang kelas itu berharga. Maka saya arahkan mereka untuk mengembangkan ide-ide itu menjadi karya nyata, sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis OBE. Tiga tim terbentuk. Tiga tim berani mengambil langkah. Mereka mengirimkan karya ke BRINATHON IRIFAIR 2026 yang diselenggarakan oleh BRIN. Saya tidak pernah memasang target tinggi. Saya hanya berharap mereka berani submit. Karena bagi saya, keberanian untu...